Kemasi Tas Anda, Tapi Tinggalkan Bagasi Anda di Belakang

Sebagai seorang anak, saya ingat sebenarnya menantikan musim badai. Saya menaruhnya di perusahaan yang sama seperti Natal atau Thanksgiving karena Anda memiliki hari libur dari sekolah, kesempatan tidur yang terlambat, dan tidak ada pekerjaan rumah. Anda juga tidak memiliki lampu dan tidak ada TV tetapi jika Anda ‘beruntung’ dan jalan-jalan Anda banjir, Anda memiliki taman air halaman depan! Sebagai orang dewasa, kita kehilangan waktu dari pekerjaan (dan waktu adalah uang), kita tidak bisa tidur karena kita khawatir tentang kemungkinan hasil badai yang dahsyat, dan pemikiran ‘taman air halaman depan’ menanamkan visi banjir yang rusak. mobil, properti yang tenggelam, dan sebagainya.

Kami telah belajar selama bertahun-tahun bagaimana mempersiapkan badai. Kami bahkan membuat ‘tote hurricane’ yang kami pra-paket dan siap dalam jalur evakuasi. Kami menaruh kayu lapis di jendela atau membeli pelindung badai pelindung untuk rumah. Kami memiliki lilin, senter, dan barang-barang yang tidak mudah rusak. Kami bahkan memiliki ponsel pintar yang membuat kami tetap up to date pada kondisi cuaca, dll. Kami memiliki tas kami yang dikemas, siap untuk apa saja, dan merasa seperti kami telah melakukan semua persiapan yang kami bisa. Sementara semua itu bagus, bagaimana dengan mental / emosi kita? Bagi kita yang pernah mengalami badai menghebohkan di masa lalu, hujan lebat masih bisa memicu beberapa emosi dan kecemasan yang belum terselesaikan. Jadi, bagaimana kita menangani ini?

BerikutĀ  tips yang dapat membantu:

  1. Bersiaplah! Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, sangatlah penting untuk memiliki kebutuhan fisik yang dipersiapkan sebelumnya. Ini membuat Anda merasa lebih aman dan siap jika dan ketika badai menghantam tempat Anda tinggal.
  2. Ketahui rencana Anda: tahu ke mana Anda akan pergi jika Anda perlu mengungsi, bahkan jika ada di dekatnya. Jika Anda berencana untuk pergi ke luar kota, buatlah pengaturan hotel (periksa hotel ramah hewan peliharaan jika Anda memiliki bayi-bayi berbulu) atau periksa dengan keluar dari keluarga kota untuk pengaturan penginapan. Fasih pada jalur evakuasi dan bersiap untuk berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan dan frustrasi besar.
  3. Menerima bahwa badai adalah kekuatan alam dan merupakan kejadian sementara: marah atau kesal karena badai yang akan datang tidak akan berkurang atau membuat badai hilang. Pahamilah bahwa ‘ini juga akan berlalu’ dan luangkan waktu untuk membacakan untuk anak-anak Anda dengan cahaya lilin, mainkan permainan, hubungkan kembali.
  4. Istirahat dari berita: jangan tetap terpaku pada TV atau telepon pintar 24 jam sehari selama badai. Informasi yang berlebihan menciptakan stres yang tidak semestinya. Perhatikan sesuai kebutuhan, tetapi jangan berlebihan.
  5. Tetap berhubungan dengan teman-teman dan orang-orang terkasih: paling penting dari semua tips … tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman karena mereka adalah sistem pendukung utama Anda bukan hanya selama badai tetapi selalu.