Lebih Dari Sekadar Naik Bis: Tindakan Anggapan Dalam Sikap Bepergian

Tujuan info itu adalah untuk meninggikan dimensi lainnya pada pemahaman kita tentang sikap perjalanan dengan menyoroti bagaimana keputusan individu tentang perjalanan secara simultan dipengaruhi oleh metrik yang rasional serta sanggup dihitung dari sistem transportasi tapi juga oleh anggapan konteks sosial yang dikonstruksi secara sosial yang dimiliki oleh para turis. Tipe perjalanan itu sendiri. Konteks untuk studi itu adalah transformasi cepat dari pasar untuk bis antar kota di jakarta. Dalam 15 tahun terakhir, pendatang baru telah mengganti industri yang menjenuhkan menjadi area dinamis pasar perjalanan antarkota. Pendatang baru, bis pinggir jalan, sebagian luas telah menghindari halte bis tradisional demi mengambil serta menurunkan penumpang bis di jalan-jalan kota. Peningkatan penumpang terus bertambah, serta perusahaan sewa bus wisata jakarta pusat baru itu telah memperluas operasi di seluruh negeri.

Menggambar pada serangkaian kelompok fokus dengan penumpang bis antarkota, aku menggambarkan bagaimana dua set aspek mendesak opsi wisatawan antarkota untuk bepergian naik bis antarkota baru. Pertama, perusahaan baru menyuguhkan keuntungan operasional serta ekonomi. Ke 2, serta yang mengejutkan, peserta diskusi kelompok tersusun memiliki anggapan yang tidak sama tentang perusahaan bis baru daripada yang lama-dan anggapan itu tampaknya mempengaruhi keputusan perjalanan mereka.