Hampir seluruh area gedung diliputi oleh beton. Apalagi gedung bertingkat yang harus dibangun dengan kokoh agar kuat terhadap berbagai kondisi eksternal. Pemasangan beton ini berfungsi melapisi struktur tulang bangunan dari bawah hingga ke atas untuk menjadikannya padat, keras dan kokoh. Dalam proses pembuatannya pun diperlukan beberapa tahap. Mulai dari proses pembentukan adonannya, pencampuran dan pengadukan hingga proses penuangan dan perkerasan. Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih jauh mengenai beton ini untuk pembuatan konstruksi bangunan berbahan beton.

Memahami Pembuatan Konstruksi Bangunan Bertingkat

Cara Pembuatan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Bertingkat

Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama agar membentuk material seperti batu sehingga dapat digunakan sebagai konstruksi bangunan yang kokoh.

Tahap-tahap dalam pembuatan beton yakni :

  • Pencampuran bahan-bahan beton. Bahan-bahan yang perlu dicampurkan yakni semen, agregat dan air. Untuk agregat terdiri dari 2 jenis, yakni agregat kasar seperti batu kerikil dan agregat halus seperti pasir. Komponen tersebut dicampurkan dan diaduk menggunakan mesin bantuan mesin pengaduk yang dikenal dengan istilah molen.
  • Penuangan adonan beton. Proses penuangan beton harus dilakukan secara cepat dan tidak boleh berhenti di tengah-tengah. Harus dipastikan juga tidak ada air yang masuk ke dalam komponen beton ini agar tetap menjaga kualitasnya kokoh. Beton dituangkan pada area yang sudah dipasangi bekisting (cetakan sementara untuk memasang beton) terlebih dahulu. Dimulai dari bekisting paling bawah hingga ke atas.
  • Pemadatan beton. Pada proses ini biasanya menggunakan proses penggetaran dengan bantuan vibrator internal dan external. Alat ini mampu menghasilkan getaran ke seluruh permukaan beton dengan radius tertentu. Fungsi penggunaan vibrator internal dan external ini untuk membuat aggregat beton saling mengikat sempurna dan tidak berongga, sehingga udara di dalamnya harus dikeluarkan melalui sejumlah penggetaran. Hal ini penting untuk menentukan mutu beton.
  • Meratakan permukaan beton. Proses ini untuk membentuk permukaan beton agar menjadi rata. Biasanya dapat digunakan bantuan papan perata.
  • Perawatan beton. Tahap terakhir yang penting adalah perawatan beton hingga beton benar-benarĀ  sempurna digunakan. Perawatan dilakukan agar proses reaksi semen dan air dapat berlangsung baik. Pernukaan beton harus tetap lembab untuk menghindari keretakan hingga waktu kurang lebih 28 hari.

Setelah semua tahap selesai, maka konstruksi bangunan beton sudah siap digunakan. Anda dapat melanjutkan ke tahap pembangunan lainnya seperti melakukan pengecatan gedung dan lain sebagainya.